Sunday, December 20, 2009

FISIOLOGI SARAF (NERVOUS HUMAN PHYSIOLOGY)


dr. Suparyanto, M.Kes

NEURON

  • Dendrit

  • Badan sel

  • Akson

  • Neurit

  • Mielin

  • Sel Schwan berguna regenerasi sel saraf


IMPULS SARAF

  • Sel dalam keadaan istirahat diluar bermuatan (+) dan didalam (-) menimbulkan potensial membran

  • Potensial membran ini akibat adanya “pompa Na-K” dimana mengeluarkan K, dan memasukan Na dari sel (3K, 2Na)

  • K tinggi diluar, Na tinggi didalam

  • Pada saat ada rangsangan saraf menyebabkan pompa Na-K berhenti

  • Rangsangan menyebabkan permiabilitas Na meningkat 5000x sehingga ion dalam sel berubah jadi positif dan diluar negatif  perubahan ini disebut depolarisasi

  • Perbedaan polaritas ini menyebabkan aliran impuls yang disebut potensial aksi


                              +++++-----++++
                              --------++++------

POTENSIAL AKSI

  • Perubahan mendadak seperti denyutan dalam potensial membran yang berlangsung 1/10.000 s/d 1/1.000 detik, akibat adanya beda potensial

  • Potensial aksi berpindah sepanjang jaringan saraf dan menimbulkan isyarat saraf

  • Potensial aksi terdiri 2 stadium :

    1. Depolarisasi membran

    2. Repolarisasi membrane


DEPOLARISASI

  • Depolarisasi adalah perubahan ion didalam sel dari negatif menjadi positif  

  • Perubahan ion tsb akibat permiabilitas Na yang meningkat

  • Permiabilitas Na yg meningkat akibat adanya rangsangan ke sel

  • Rangsangan dapat disebabkan oleh: listrik, zat kimia,

  • Potensial positive didalam sel disebut: Potensial Reversal


REPOLARISASI

  • Potensial Reversal (potensial positif) menyebabkan  permiabilitas Na tertutup, akibatnya hanya ion K saja yg keluar sel

  • Akibat keluarnya ion K dari dalam sel menyebabkan potensial didalam sel berubah lagi dari positif menjadi negatif

  • Perubahan potensial positif menjadi negatif didalam sel disebut: Repolarisasi


TRANSMISI IMPULS

  • Potensial aksi menyebabkan vesikel dalam bongkol sinap, mengeluarkan neurotransmiter

  • Neurotransmiter adalah zat kimia yang meneruskan impuls dari neuron ke sel lainya

  • Contoh neurotransmiter: asetilkolin, noradrenalin, dopamin, histamin


NEUROTRANSMITER

  • Ada yang bersifat mempercepat (eksitasi) atau memperlambat (inhibisi)

  • Contoh neurotrnsmiter eksitasi: asetilkolin, asam glutamat, zat P, enkafalin, endorfin

  • Contoh neurotransmiter inhibisi: nor epineprin, epineprin, dopamin, glisin, asam gama aminobutirat, serotonin


SINAP

  • Sinap adalah hubungan satu neuron (akson) dengan neuron lain, otot atau kelenjar

  • Pada sinap hubungan neurit (akson) dapat pada dendrit atau badan sel, tetapi tidak pada sesama neurit (akson) lain


MACAM NEURON

  • Neuron sensori adalah neuron yang membawa impuls dari reseptor ke SSP

  • Neuron konektor adalah neouron yang menghubungkan neuron sensori dan neuron motorik di medula spinalis dalam proses gerak reflek

  • Neuron motorik adalah neuron yang membawa impuls dari SSP ke efektor


SISTEMA LOKOMOTORIUS

  • Reseptor

  • Saraf sensoris

  • SSP

  • Saraf motoris

  • Efektor


CONTOH RESEPTOR

  • Oculi

  • Auris

  • Integenum

  • Lingua

  • Nasal

  • Baroreseptor

  • Glomus aorticus

  • Glomus karoticus


MACAM RANGSANGAN

  • Listrik

  • Kimia

    • Asam

    • Basa

    • Garam

  • Fisika

    • Suara

    • Sinar

    • Trauma

    • Warna


FUNGSI HEMISFER

  • Fungsi hemisfer kiri:

    1. Fungsi motorik/sensorik tubuh kanan

    2. Fungsi berbahasa

    3. Berpikir matematik atau logis

  • Fungsi hemisfer kanan:

    1. Fungsi motorik/sensorik tubuh kiri

    2. Mengendalikan ruang

    3. Pemikiran abstrak/imajiner/seni


JARAS SENSORIS

  • Jaras sensoris hádala jaras mulai dari reseptor sampai cortex sensoris cerebro, berfungsi membawa impuls dari reseptor ke SSP

  • Badan sel saraf sensoris ada di ganglion radik posterior dekat medulla spinalis

  • Kerusakan pada jaras sensoris akan menyebabkan anestesia


  • Ada dua jalur:

  1. Jaras untuk sentuhan/posisi, mulai dari reseptor menuju ganglion radix posterior terus ke serabut sentralis naik didalam kolumna dorsalis dan menyilang di medulla oblongata dan berakhir di cortex sensoris cerebri


  1. Untuk jaras nyeri/suhu, muali dari reseptor lewat ganglion radix pos kemudian memotong medulla spinallis terus naik pada traktus antero lateral sisi yg berlawanan dan berakhir di cortex sensoris cerebri


JARAS MOTORIK

  • Jaras motoris adalah jaras mulai dari cortex motorik cerebri sampai efektor (otot, kelenjar)

  • Jaras menyilang di medulla oblongata

  • Dibagi dua:

1.      UMN (upper motor neuron)
2.      LMN (lower motor neuron)

UPPER MOTOR NEURON

  • UMN adalah jaras saraf mulai cortex motorik cerebrum sampai cornu anterior medulla spinalis

  • Kerusakan pada jaras UMN akan menyebabkan paralisa yang bersifat spastik


LOWER MOTOR NEURON

  • LMN adalah jaras saraf mulai dari cornu anterior medulla spinalis sampai efektor

  • Kerusakan LMN akan mengakibatkan paralise yang bersifat flacid (layuh)


GERAK OTOT

  • Bagian otot yang berperan untuk gerak adalah:

    • Aktin

    • Miosin

  • Impuls dari SSP lewat saraf motorik sampai di motor end plate, bongkol sinaptiknya akan mengeluarkan acetil kolin, bila kontak dengan (aktin & miosin) akan menyebabkan kontraksi


GERAK REFLEK

  • Adalah gerak yang tidak disadari, hal tsb terjadi karena impuls dari saraf sensoris langsung dibelokan ke saraf motorik lewat saraf konektor yang berada di medulla spinalis, sehingga impuls tidak melalui otak (hal tsb yang menyebakan kita tidak menyadari adanya gerak reflek)


TONUS OTOT

  • Tonus otot adalah kontraksi otot dalam keadaan siaga untuk mempertahankan postur tubuh

  • Otot tidak pernah istirahat, selalu berkontraksi untuk mempertahankan tonus yang berguna untuk mempertahankan postur tubuh

  • Asal rangsangan tonus

1.      Spindel otot (sensoris)
2.      Mata
3.      Organ vestibuler

KOORDINASI GERAK OTOT

  • Pada gerak lengan bawah, maka

    • Otot Penggerak Utama adalah m. bisep

    • Otot Antagonis adalah m. trisep

    • Otot Fiksasi adalah otot depan dan bawah bahu

  • Sehingga gerak lengan bawah dapat teratur, konstan, terkoordinasi


ORGANISASI SISTEM SARAF

  • Tugas pokok terpenting dari sistem saraf adalah mengatur kegiatan tubuh. Ini dapat dicapai dengan mengatur :

    • Kontraksi otot rangka diseluruh tubuh

    • Kontraksi otot polos didalam organ internal

    • Sekresi kelenjar ekskresi dan endokrin


PENGOLAHAN INFORMASI

  • Sebenarnya > 99 % dari semua informasi sensoris terus dibuang oleh otak karena tidak penting, misal :

    • Orang sama sekali tidak menyadari bahwa kulitnya bersentuhan dengan pakaian

    • Orang tidak menyadari bahwa tekanan kursi pada tempat duduknya


  • Tempat pengaturan penghantaran impuls ada pada sinap

  • Pengaturan sinap dapat berupa eksitasi maupun inhibisi

  • Jadi sinap merupakan tempat melakukan tindakan selektif

  • Hanya sebagian kecil informasi sensoris yang menyebabkan reaksi motorik segera, sebagian besar sisanya untuk mengatur kegiatan motorik dimasa yang akan datang dan untuk digunakan dalam proses berpikir

  • Letak penyimpanan memori ada di korteks serebri, dan proses penyimpanan informasi disebut daya ingat

  • Setiap isyarat sensoris ke otak melalui serangkaian sinap, sinap tersebut lebih dapat menghantarkan isyarat yang sama pada kesempatan berikutya, proses ini disebut : fasilitasi


TINGKAT SISTEM SARAF

  1. Tingkat Medulla Spinalis

  2. Tingkat Otak lebih rendah

  3. Tingkat otak lebih tinggi / korteks


TINGKAT MEDULLA SPINALIS

  • Pada dasarnya semua reaksi motorik di medulla spinalis bersifat otomatis dan terjadi hampir segera sebagai reaksi terhadap isyarat sensoris yang disebut : Reflek

  • Contoh : Otot teregang tiba tiba diterima oleh muscle spindle (sensoris) diteruskan ke medulla spinalis langsung diteruskan ke motor neuron cornu anterior diteruskan ke Otot (efektor) maka terjadilah kontraksi


TINGKAT OTAK RENDAH

  • Hampir semua kegiatan bawah sadar tubuh diatur didalam otak yang lebih rendah, seperti :

    • Medulla Oblongata

    • Pons

    • Mesensefalon

    • Hipotalamus

    • Talamus

    • Serebelum

    • Ganglia basalis


  • Tekanan darah arteria & pernafasan diatur oleh medulla oblongata & pons

  • Keseimbangan diatur oleh serebelum, medulla oblongata, pons, mesensefalon

  • Gerakan yang terkoordinasi antara kepala, seluruh tubuh, mata diatur oleh mesensefalon, serebelum, gamglia basalis

  • Reflek makanan seperti pengeluaran air liur diatur oleh medulla oblongata, pons, mesensefalon, hipotalamus


TINGKAT OTAK TINGGI

  • Proses motorik yang disadari dan gerakan motor halus dan terkoordinasi, diatur oleh kortek serebri (area motorik serebri)

  • Penerimaan impuls dilakukan oleh area sensoris cerebri

  • Korteks serebri merupakan suatu daerah penyimpanan informasi yang luas sekali

  • Cortex serebri juga berfungsi sebagai proses berpikir


REFERENSI

  1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC

  2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC

  3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia

  4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview

  5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey

  6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC

  7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia

  8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia

  9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta

  10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta

  11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta



KISI KISI SOAL KMB GANGGUAN PENCERNAKAN: S1 KEP


Dr. Suparyanto, M.Kes
KISI-KISI SOAL KMB GANGGUAN CERNA, D3 KEP
1.      Apa yang dimaksud dengan ileus?
2.      Apa beda ileus obstruktif dan ileus paralitik?
3.      Sebutkan beda gejala klinis ileus obstruktif dan ileus paralitik?
4.      Apa yang dimaksud dengan Hernia?
5.      Apa beda hernia inguinalis lateralis dan hernia inguinalis medialis?
6.      Sebutkan cara membedakan gejala klinis hernia inguinalis lateralis dan hernia ingunalis medialis?
7.      Apa yang dimaksud dengan segitiga Haselbach?
8.      Apa perbedaan antara biopsi, foto BOF dan endoscopi?
9.      Apa yang dimaksud dengan stomatitis?
10.  Apakah semua penderita stomatitis memerlukan obat yang sama, jelaskan?
11.  Sebutkan obat yang perlu diberikan kepada semua penderita stomatitis, dan obat yang diberikan kalu perlu saja?
12.  Apa ciri khas gejala klinis gingivitis?
13.  Apa yang dimaksud dengan dehidrasi?
14.  Sebutkan macam dehidrasi dan berapa % caiaran tubuh yang hilang?
15.  Apa yang dimaksud dengan gastritis?
16.  Sebutkan gejala klinis gastritis?
17.  Bagaimana cara membedakan gejala klinis gastritis dan ulkus peptikum?
18.  Apa perbedaan penyebab utama dari ulkus peptikum dan ulkus duodenum?
19.  Bagaimana cara memastikan diagnosis dari carcinoma lambung?
20.  Apa yang dimaksud dengan anulus internus kanalis inguinalis?
21.  Apa yang dimaksud dengan colitis?
22.  Jelaskan perbedaan gejala colitis amoeba dan colitis basiler?
23.  Apa hubungan antara ligament inguinalis dengan dengan hernia?
24.  Apa yang dimaksud dengan tumb test pada hernia?
25.  Pemeriksaan apa saja yang mendukung untuk mendiagnosa kasus keganasan pada saluran cerna?

Saturday, December 19, 2009

ANATOMI SARAF (NERVOUS HUMAN ANATOMY)


Dr. Suparyanto, M.Kes

SISTEM SARAF

  1. Sistem Saraf Pusat (SSP) terdiri cerebrum dan medulla spinalis

  2. Sistem Saraf Tepi (SST) terdiri nervi cranialis & nervi spinalis

  3. Sistem Saraf Otonom (SSO) terdiri nervi simpatis & nervi parasimpatis


ANATOMI CEREBRUM

  • Otak besar (cerebrum)

  • Otak kecil (cerebellum)

  • Batang otak (truncus enchepali), terdiri mesencephalon, pons, medulla oblongata


LOBUS CEREBRUM
  • Lobus frontalis (depan)

  • Lobus parietalis (atas)

  • Lobus temporalis (samping)

  • Lobus oksipitalis (belakang)


PERMUKAAN CEREBRUM
  • Sulkus sentralis (tengah)

  • Sulkus lateralis (samping)

  • Girus prasentralis (area motorik)

  • Girus pascasentralis (area sensorik)


VENTRIKULI CEREBRI: rongga yang terdapat didalam otak

  • 2 Ventriculus lateralis

  • 1 Ventriculus tertius

  • 1 Ventriculus quartus

  • Plexus choroidalis: tempat produksi cairan cerebro spinalis

  • Ventrikel berisi CSS (cairan serebro spinalis)


MEDULLA SPINALIS

  • Radix ventralis: cabang saraf yang keluar dari medulla spinalis bagian depan

  • Radix dorsalis: cabang saraf yang keluar dari medulla spinalis bagianbelakang

  • Ganglion radix posterior: bagian dari radix posterior yang membesar (tempat badan sel)

  • Cornu anterior: bagian dalam dari medulla spinalis yang berwarna abu-abu dan berbentuk seperti tanduk di bagian depan

  • Cornu posterior: bagian dalam dari medulla spinalis yang berwarna abu-abu dan berbentuk seperti tanduk di bagianbelakang

  • Duramater: lapisan terluar

  • Arachnoid mater: lapisan tengah

  • Piamater: lapisan dalam

  • Filum terminale: ujung daripada medulla spinalis yang berbentuk lancip seperti jarum

  • Cauda equine: kumpulan nervi spinalis yang berbentuk seperti ekor kuda, pada bagian akhir medulla spinalis


JARAS MOTORIK

  • Jaras mulai dari cortex motorik cerebri sampai efektor (otot, kelenjar)

  • Jaras menyilang di medulla oblongata

  • Dibagi dua:

    • UMN (upper motor neuron) jaras mulai cortex motorik cerebri sampai cornu anterior medulla spinalis

    • LMN lower motor neuron) jaras mulai cornu anterior medulla spinalis sampai efektor


JARAS SENSORIS

  • Jaras mulai dari reseptor sampai cortex sensoris cerebri berfungsi membawa impuls dari reseptor ke SSP

  • Badan sel saraf sensoris ada di Ganglion radik posterior dekat medulla spinalis

  • Kerusakan pada jaras sensoris menyebabkan anesthesia


MENINGES (pembungkus otak)

  • Duramater: lapisan luar

  • Arachnoidmater: lapisan tengah

  • Piamater: lapisan dalam


NERVI CRANIALIS

  1. N. Olfaktorius(1)

  2. N. Opticus(2)

  3. N. Okulomotorius (3)

  4. N. Trochlearis(4)

  5. N. Trigeminus(5)

  6. N. Abdusen(6)

  7. N. Fasialis(7)

  8. N. Vestibulo-cochlearis(8)

  9. N. Glosofaringius(9)

  10. N. Vagus(10)

  11. N. Aksesorius(11)

  12. N. Hipoglosus(12)


    NERVI SPINALIS

    • N. Cervicalis = 8

    • N. Thoracalis = 12

    • N. Lumbalis = 5

    • N. Sakralis = 5

    • N. coxcigeus = 1


    SISTEM SARAF OTONOM
    • Saraf Simpatis: terdiri T1 s/d T12 ditambah L1 dan L2

    • Saraf Parasimpatis: terdiri Saraf cranialis: 3, 7, 9, 10/11 ditambah Saraf spinalis: S 2, 3, 4


    SARAF SIMPATIS
    • SSO yg berasal dari saraf spinal T1 – L2

    • Saraf simpatis memulai reaksi “melawan/kabur”

    • S.simpatis bersinap di trunkus simpatis

    • Serabut preganglionik

    • Serabut postganglionik


    SARAF PARASIMPATIS
    • SSO yg berasal dari s.cranial 3,7,9,10/11 dan s.spinal S 2,3,4

    • Saraf parasimpatis mengendalikan tubuh dlm keadaan yg lebih santai

    • S.parasimpatis bersinap di viscera (ganglion mikroskopis)


    • N.3 mengurus m. konstriktor pupil dan m.siliaris, sinap ganglion siliaris

    • N.7 mengurus glandula.submandibularis dan glandula.sublingualis, sinap ganglion.submandibularis

    • N.7 mengurus glandula. lakrimalis, sinap ganglion.sfenopalatina


    • N.9 mengurus glandula.parotis, sinap di ganglion.otikum

    • N.10/11 mengurus viscera thorax, abdomen dan colon (kecuali: colon.descenden, sigmoid, rectum, dan anus)


    REFERENSI

    1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC

    2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC

    3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia

    4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview

    5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey

    6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC

    7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia

    8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia

    9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta

    10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta

    11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta




    ANATOMI ORGANOSENSUM/ PANCA INDERA ( SENSORY HUMAN ANATOMY)


    Dr. Suparyanto, M.Kes

    ANATOMI ORGANO SENSUM

    • Mata: oculus, organum visualis

    • Telinga: auris, organum vestibulocochlearis

    • Hidung: nasal, organum olfactorium

    • Kulit: integenum commune

    • Organum Gustatorium, lidah=lingua


    ANATOMI ORGANUM VISUALIS

    • Supercilium (alis0

    • Palpebra superior & inferior (kelopak mata)

    • Cilia (bulu mata)

    • Conjunctiva: lapisan terluar dari permukaan mata, mulai dari palpebra sebelah dalam sampai kornea

    • Kornea: bagian mata yang jernih (cembung) dan berwarna gelap, warna akibat pantulan dari iris

    • Sklera: lapisan bola mata bagian luar (tampak berwarna putih pada mata)

    • Iris: bagian dalam mata yang berfungsi sebagai diafragma (pengatur sinar yang masuk mata)

    • Pupil: lubang yang berada ditengah iris


    • Kornea: jaringan epithel transparan

    • Iris: bagian berwarna pada mata

    • Pupil: lubang(lingkaran ditengah iris)

    • Lensa

    • Camera oculi anterior:ruang mata antara kornea dan pupil

    • Camera oculi posterior: ruang mata antara pupil dan lensa


    • Corpus ciliaris: memproduksi humor aqueous (glandula ciliaris)

    • Ligamentum suspensorii lentis ligamen yg mempertahankan posisi lensa

    • Humor aqueous: cairan bola mata yang mengisi camera oculi

    • Angulus iridocornealis: sudut antara iris dan kornea tempat homur aqueous mengalir ke sinus venosus sclera


    RETINA

    • Lapisan bola mata:

      • Sclera lapisan luar, keras

      • Choroidea lapisan kedua, kaya vascular

      • Retina lapisan ketiga, terdiri dari jaringan. saraf

    • Nervus Opticus

    • Humor Vitreus: adalah massa yang mengisi bagian dalam bolaa mata, transparan seperti jeli


    • Fovea centralis: bagian tengah dari makula lutea dari retina (paling peka terhadap sinar)

    • Makula Lutea: atau bintik kuning, yaitu area dalam retina yang paling sempurna menerima rangsang cahaya

    • Discus optik: bintik buta, tempat nervus opticus dan pembuluh darah masuk, merupakan bagian dari retina yang tidak peka terhadap cahaya


    GLANDULA LAKRIMALIS

    • Glandula Lakrimalis: kelenjar air mata

    • Punctum lakrimalis: lubang tempat mengalirnya air mata kedalam hidung

    • Canaliculi lakrimalis; saluran yang menghubungkan antara punctum lakrimalis dan sacus lakrimalis

    • Sacus lakrimalis: bagian dari saluran kelenjar air mataa yang membesar (didalam hidung)

    • Ductus nasolakrimalis: saluran air mata yang menghubungkan aantara sacus lakrimalis dan cavum nasi


    ORGANUM VESTIBULOCOCHLEARIS

    • Meatus acusticus externus: saluran telinag bagian luar

    • Meatus acusticus internus: saluran telinga bagian dalam

    • Membran Timpani (gendang telinga), merupakan batas antara meatus acusticus eksternus dan internus

    • Osicula auditoria: tulang pendengaran (terletak pada telingaa bagian tengah

      • Malleus

      • Incus

      • Stapes


    LABYRINTH: organ didalam telinga bagian dalam yaang berfungsi untuk keseimbangan dan pendengaran

    • Terdiri 2 bagian:

      • Labyrinthus oseus (terbuat dari tulang)

      • Labyrinthus membranaseus (terbuat dari membran, terletak didalam laabyrintus oseus)

    • Nervus Vestibulocochlearis: saraf cranialis nomer 8


    LABIRYNTHUS OSEUS

    • Terdiri:

      • Canalis semicircularis, bagian pangkaalnya membesar yang disebut ampulla (tempat organ keseimbangan

      • Vestibulum

      • Cochlea: berbentuk seperti rumah siput (tempat organ pendengaran)

    • Berisi Perilimfe

    • Fenestra vestibuli berbentuk oval tempat melekatnya stapes

    • Fenestra cochlealis berbentuk bulat


    LABYRINTHUS MEBRANASEUS

    • Ductus semicircularis: ada tiga: (anterior, lateralis, posterior)

    • Utriculus merupakan basis canalis semicircularis

    • Sacculus

    • Ductus cochlearis: saluaran didalam cochlea

    • Berisi endolimfe


    ORGANUM OLFACTORIUM

    • Tractus olfactorius: batang dari saraf olfactorius

    • Bulbus olfactorius: ujung dari saraf olfactorius yang membesar

    • Sel olfactorius terletak pada atap cavum nasalis: berupa lamina kribiformis os frontalis (bagian yang berlubang-lubang, tempat masuknya serabut saraf olfactorius kedalam cavum nasi)


    • Glandula mukosa :menghasilkan kelenjar mukus, yang befungsi melarutkan zat yang tercium

    • Sel olfactorius: mendeteksi bau diteruskan kedalam  bulbus olfactorius diteruskan ke  tractus olfactorius terus menuju otak


    INTEGENUM COMMUNIS

    • Epidermis (lapisan kulit terluar)

    • Dermis (lapisan dalam)

    • Ujung saraf bebas

    • Fleksus saraf di sekitar folikel rambut

    • Corpuscel Meissnerian, Discus Merkel’s

    • Corpuscel Paccinian


    • Ujung saraf bebas untuk rasa  nyeri, suhu

    • Corpuskel Paccinian untuk rasa  tekanan

    • Corpuskel Meissnerian untuk  sentuhan


    ORGANUM GUSTATORIUM

    • Papilla lingualis: tonjolan yang ada didalam permukaan lidah, sebagai tempat reseptor gustatorius 9pengecapan)

    • Papilla fungiformis (berbentuk seperti jamur)

    • Papilla filiformis (mempunyai filia)

    • Papilla sircumvalata (berbentu seperti sirkuit, lingkaran)

    • Tonsila lingualis (dibagian belakang lidah)


    REFERENSI

    1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC

    2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC

    3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia

    4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview

    5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey

    6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC

    7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia

    8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia

    9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta

    10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta

    11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta