Wednesday, April 28, 2010

CEDERA SEL DAN KEMATIAN SEL

Dr. Suparyanto, M.Kes

CEDERA DAN KEMATIAN SEL

Organisasi Selluler
  • Sel merupakan struktur terkecil organisme yang dapat mengatur aktivitas kehidupan sendiri
  • Sel terdiri: membran plasma, sitoplasma, nukleus dan nukleoplasma
  • Didalam sitoplasma terdapat organel dengan fungsi spesifik

Fungsi Organel
  • Membran plasma: memberi bentuk sel, melekatkan sel pada sel lain.
  • Fungsi membran plasma sebagai:
  • Pintu gerbang transport selektif makanan dan produk buangan ke dalam dan ke luar sel
  • Membangkitkan potensial membran
  • Bekerja sebagai saluran komunikasi untuk kontrol sinyal dari sekitar tubuh

  • Nukleus mengandung genom DNA, yang mengkode (memberi perintah) untuk sintesa protein
  • Retikulum endoplastik dan Aparatus Golgi bersama sama mensintesa protein dibawah kontrol RNA didalam ribosom, menurut perintah DNA
  • Mitokondria tempat metabolisme sel, merubah makanan menjadi ATP
  • Lisosom tempat sintesa enzim pencernakan

Cara Cedera Sel
  • Kekurangan oksigen (hipoksia)
  • Kekurangan zat makanan penting
  • Agent fisik (trauma, panas, dingin, radiasi, listrik)
  • Agent kimia dan obat-obatan
  • Agent (biologi) infektius
  • Reaksi imunologik
  • Kelainan genetik

Sel yang Cedera
  • Efek pertama sel yang cedera adalah: lesi biokimia → yaitu perubahan reaksi kimia / metabolik didalam sel
  • Kerusakan biokimia dapat menyebabkan gangguan fungsi sel (fisiologi)
  • Kelainan biokimia dan fungsional dapat menyebabkan perubahan morfologik (anatomi)

  • Serangan pada sel tidak selalu mengakibatkan gangguan fungsi, umumnya ada mekanisme adaptasi seluler terhadap stimulus
  • Misal otot yang mendapat tekanan → adaptasinya hipertropi (misal pada hipertensi → pembesaran jantung)
  • Perubahan pada sel yang mengalami cedera awalnya biokimia → fungsional (fisiologi) → morfologik (lesi)

Perubahan Morfologik Sel Cedera Subletal
  • Jika sel diserang tetapi tidak mati (sub letal) → sering terjadi perubahan morfologik yang reversibel
  • Jika stimulus hilang sel dapat kembali sehat, jika stimulus tidak hilang sel akan mati
  • Perubahan subletal pada sel secara alami disebut: degeneratif

Kematian Selluler
  • Jika pengaruh buruk pada sel hebat dan berlangsung lama → sel tidak mampu lagi beradaptasi → proses ireversibel → kematian sel (nekrosis)
  • Nekrosis adalah kematian sel ireversibel yang terjadi ketika sel cedera berat dalam waktu lama dimana sel tidak mampu beradaptasi lagi atau memperbaiki dirinya sendiri (hemostasis)

Inti sel yang mengalami penghancuran progresif urutanya adalah:
  • Piknosis → inti sel menyusut, batas tidak teratur, berwarna gelap (inti piknotik)
  • Karioreksis → inti hancur, membentuk fragmen kromatin yang menyebar (inti kariorektik)
  • Kariolisis → inti tidak dapat diwarnai, dan inti hilang

Macam Nekrosis
  • Nekrosis koagulatif: sel nekrotik bentuknya tetap, akibat sel litik dihambat kondisi lokal → pada jantung, ginjal, limpa
  • Nekrosis liquefaktif: sel nekrosik mengalami pencairan akibat kerja enzim → pada otak dan medulla spinalis
  • Nekrosis kaseosa: sel nekrotik hancur, tetapi pecahanya tetap berada disekitarnya → pada paru

  • Gangren: nekrosis koagulatif akibat kekurangan aliran darah dan disertai tumbuhnya bakteri safrofit yang berlebihan (gangren kering pada tungkai, gangren basah pada usus)
  • Nekrosis lemak enzimatis (pankreatik) → nekrosis terjadi akibat enzim pankreas mengalir diluar duktus → pada pankreas

Indikator Nekrosis
  • Hilangnya fungsi organ
  • Peradangan disekitar nekrosis
  • Demam
  • Malaise
  • Lekositosis
  • Peningkatan enzim serum

Kematian Somatik
Kriteria kematian somatik adalah:
  • Terhentinya fungsi sirkulasi secara ireversibel (denyut jantung),
  • Terhentinya fungsi pernafasan dan
  • Terhentinya fungsi otak (tidak ada reflek batang otak)
  • Perubahan post mortem: rigor mortis (kekakuan) → livor mortis (warna ungu kebiruan) → algor mortis (pendinginan), → autolisis (pencairan)

Peradangan
  • Peradangan atau inflamasi adalah reaksi lokal pada vaskuler dan unsur unsur pendukung jaringan terhadap cedera yang mengakibatkan pembentukan eksudat kaya protein
  • Peradangan merupakan respon protektif sistem imune non spesifik yang bekerja untuk melokalisasi, menetralisir atau menghancurkan agent pencedera dalam persiapan untuk proses penyembuhan

Tanda Peradangan
  • Rubor (kemerahan) → akibat hiperemia atau kongesti
  • Kalor (panas) → akibat lebih banyak darah
  • Dolor (nyeri) → akibat perubahan pH, kadar ion, toksin yang merangsang saraf, juga pembengkakan
  • Tumor (pembengkakan) → kumpulan darah dan cairan → eksudat
  • Fungsio lesa (hilangnya fungsi) → bengkak, nyeri dan perubahan lingkungan

Aspek Cairan pada peradangan
  • Eksudasi: aliran cairan yang cepat melalui dinding pembuluh darah ke jaringan yang mengalami peradangan.
  • Sistem limfatik membuang segala kelebihan cairan yang tersisa didalam ruang interstitial

Aspek Seluler pada peradangan
  • Marginasi (pavementing): akibat aliran darah lambat dan viskositas yang tinggi, leukosit bergerak kebagian perifer dari arus (menempel pada dinding vaskuler)
  • Emigrasi atau diapedesis: gerak leukosit keluar dari pembuluh darah melewati celah antara dua endotel, dengan pseudopodia
  • Kemotaksis: gerakan leukosit menuju sasaran karena “sinyal” kimia

Media Peradangan
  • Sel yang terlibat dalam proses peradangan adalah: leukosit fagositik (neutrofil atau PMN, makrofag atau eosinofil) trombosit dan limfosit
  • Keluarnya sel dari pembuluh darah: neutrofil (PMN) mendominasi pada awal pembentukan eksudat, kemudian didominasi sel makrofag (monosit)
  • Limfosit dan sel plasma → ditemukan dalam peradangan kronis

Respon peradangan dibawah kendali mediator peradangan:
  • Histamin: meningkatkan permiabilitas vaskuler
  • Faktor Hageman (dalam plasma):
  • Memulai mekanisme koagulasi instrinsik yang menimbulkan bekuan darah fibrin
  • Mengaktifasi sistem fibrinolisin → mencairkan bekuan darah
  • Mengaktivasi sistem kalikrein-kinin → menyebabkan pelepasan bradikinin (vasodilasi dan peningkatan permiabilitas)

  • Komponen sistem komplemen → sebagai agen kemotaktik, opsonin (meningkatkan fagositosis), anafilatoksin (pelepasan histamin → meningkatkan permiabilitas vaskuler)
  • Mediator kimia asam arakhidonat: prostaglandin, tromboksan, leukotrien

Pola Peradangan
  • Peradangan akut: fase eksudasi aktif
  • Peradangan subakut: ada bukti awal perbaikan disertai eksudasi
  • Peradangan kronis: ada bukti perbaikan yang sudah lanjut disertai eksudasi
  • Eksudat serosa: eksudat non seluler (protein)
  • Transudat: pengumpulan cairan bukan karena radang

  • Eksudat Fibrinosa: eksudat non seluler yang banyak fibrinogen
  • Eksudat Musinosa atau kataral: eksudat non seluler bukan dari aliran darah (ingus)
  • Eksudat seluler: PMN
  • Pus: PMN (hidup dan mati, hancur), jaringan yang mencair dan tercerna, cairan eksudat dan bakteri penyebab.

  • Abses: supurasi lokal dalam jaringan padat (lubang berisi nanah), merupakan lesi yang sulit diatasi oleh tubuh, terus membesar dengan pencairan jaringan dan berusaha membentuk lubang
  • Pada abses obat tidak dapat menembus dinding → perlu eksisi
  • Abses pada paru → lubang menembus pleura → emfiema

  • Sinus: saluran yang menghubungkan abses dengan permukaan
  • Fistula: saluran abnormal yang menghubungkan dua organ atau lumen organ berongga dan permukaan tubuh
  • Furunkel (bisul): peradangan supuratif di folikel rambut
  • Karbunkel: peradangan supuratif subkutan
  • Flegmonus atau selulitis: peradangan supuratif yang meluas secara difus melalui jaringan

Penyembuhan Luka
  • Resolusi: proses penyembuhan normal yaitu jaringan diperbaiki dengan sel jenis yang sama (regenerasi) atau penggantian jaringan parut atau keduanya
  • Penyembuhan primer: penyembuhan dengan jaringan parut minimal, biasanya pada luka insisi bedah (tepi rata)
  • Penyembuhan sekunder: penyembuhan dengan banyak jaringan parut, pada luka dengan tepi kasar dan bercelah

Luka insisi
  • Perdarahan, hemostasis, pembentukan bekuan-permukaan jadi kering, membentuk keropeng
  • Respon peradangan akut
  • Kontraksi tepi luka
  • Debridemen → pembersihan darah dan debris lain oleh fagosit
  • Stadium organisasi atau proliferasi, membentuk jaringan granulasi untuk mengisi luka
  • Maturasi kolagen dan kontraksi parut
  • Remodeling parut

Faktor Pemicu Penyembuhan Luka
  • Suply darah yang baik kedaerah cedera
  • Usia muda (anak-anak sembuh lebih cepat)
  • Nutrisi yang baik (protein, vit C, Zenk)
  • Pendekatan tepi luka yang baik
  • Fungsi lekosit serta respon peradangan yang normal

Penyembuhan luka terganggu:
  • Pemberian kortikosteroid → menghambat proses peradangan
  • Adanya benda asing
  • Jaringan nekrotik atau infeksi pada luka
  • Insisi dan drainase abses atau debridemen luka → mempercepat penyembuhan

Komplikasi Penyembuhan Luka
  • Proud flesh: jaringan parut yang menonjol diatas permukaan luka
  • Keloid: jaringan parut yang meluas melebihi batas luka asli
  • Kontraktur luka: jaringan parut yang mengkerut, mengganggu gerak sendi
  • Neuroma traumatik: serat saraf perifer yang bergenerasi dan terperangkap dalam jaringan parut
  • Dehiscene: terpisahnya atau terbukanya luka pembedahan
  • Eviserasi: pecahnya hingga terbukanya luka abdomen yang disertai keluarnya usus
  • Hernia insisional: menonjolnya organ atau jaringan parut pada bekas luka abdomen

KISI KISI SOAL FISIOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

KISI-KISI FISIOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

1. Apa yang dimaksud metabolisme
2. Apa beda anabolisme dan katabolisme
3. Apa yang dimaksud glikolisis
4. Apa yang dimaksud siklus Krebs
5. Apa yang dimaksud fosforilasi oksidatif
6. Apa yang dimaksud BMR
7. Apa faktor yang mempengaruhi BMR
8. Apa beda radiasi, konveksi, konduksi dan evaporasi
9. Bagaimana cara tubuh membentuk panas badan
10. Bagaimana cara tubuh membuang panas badan
11. Apa beda CIS dan CES
12. Apa fungsi CIS dan CES
13. Apa beda serum dan plasma darah
14. Apa yang dimaksud dengan hematokrit
15. Apa perbedaan diapedesis dan fagositosis
16. Sebutkan contoh leukosit granuler dan agranuler
17. Jelaskan proses pembekuan darah
18. Apa fungsi protein darah, seperti albumin, blobulin
19. Apa kriteria penggolongan darah sistem ABO
20. Apa yang dimaksud dengan transfusi darah
21. Apa saja yang termasuk reaksi transfusi darah
22. Apa yang dimaksud dengan reseptor
23. Sebutkan reseptor pembauan, pendengaran, pengecapan, penglihatan, dan keseimbangan
24. Apa beda kemoreseptor dan mekanoseptor
25. Apa peran penciuman dan pengecapan
26. Apa yang terjadi pada pengecapan jika saraf no IX putus
27. Apa beda tuli hantar dan tuli saraf
28. Apa saja yang berfungsi menghantarkan suara di telinga
29. Apa reseptor kesimbangan dinamis dan statis
30. Organ apa saja didalam mata yang mempengaruhi proses melihat dan apa fungsinya
31. Apa resetor penglihatan
32. Apa beda mukula lutea dan fovea sentralis pada retina
33. Apa beda fungsi sel batang dan sel kerucut pada retina
34. Apa yang dimaksud akomodasi
35. Apa yang dimaksud presbiopia dan bagiamana cara mengoreksinya
36. Apa yang dimaksud miopia dan bagiamana cara mengoreksinya
37. Apa yang dimaksud hipermetropia dan bagiamana cara mengoreksinya
38. Apa yang dimaksud adaptasi terang, perlu waktu berapa
39. Apa yang dimaksud adaptasi gelap, perlu waktu berapa
40. Sebutkan macam dan fungsi reseptor yang ada di kulit
41. Apa yang dimaksud dengan sel
42. Apa yang dimaksud dengan organel dan apa fungsinya
43. Apa fungsi membran sel
44. Apa beda mitosis dan meiosis
45. Sebutkan macam fase pembelahan
46. Apa beda difusi, osmose dan transport aktif
47. Sebutkan beda mineral terbanyak antara CIS dan CES
48. Apa fungsi hormon Insulin
49. Sebutkan organ sistem muskulomotorius
50. Apa yang dimasuk potensial membran
51. Apa yang dapat merangsang sel
52. Apa yang dimaksud potensial aksi
53. Apa yang menyebabkan potensial aksi
54. Apa beda antara polarisasi dan depolarisasi
55. Bagaimana cara kerja anestesi lokal
56. Bagaimana urutan aliran impuls dalam sel neuron
57. Apa beda antara saraf sensorik dan motorik
58. Apa yang dimaksud dengan gerak reflek, jelaskan prosesnya
59. Apa yang dimaksud neurotransmiter, sebutkan contoh neurotransmiter aktivasi dan inhibisi
60. Berikan contoh koordinasi saraf tingkat tinggi, dan tingkat rendah

KISI KISI SOAL FARMAKOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

KISI-KISI FARMAKOLOGI S1 KEPERAWATAN 2010

1. Apa beda analgesik dan antipiretik
2. Bagaimana cara kerja obat gosok
3. Bagaimana cara kerja analgesik dan antiinflamasi
4. Apa saja yang termasuk analgesik antipiretik non narkotic
5. Berilah contoh obat antipiretik, analgesik, anti inflamasi dan anti gout
6. Mengapa wanita mentruasi tidak boleh minum analgesik
7. Apa yang perlu diobservasi pada pemberian parasetamol
8. Berikan contoh analgesik yang khusus berguna untuk antigout
9. Bagaimana cara memberikan analgesik pada penderita gastritis
10. Apa yang dimaksud dengan obat anti angina
11. Berikan contoh obat antiangina
12. Bagaimana cara kerja obat anti angina
13. Apa efek samping pemakaian vasodilator
14. Apa yang dimaksud dengan beta blocker
15. Beri contoh obat beta blocker
16. Bagaimana cara kerja obat beta blocker
17. Apa yang dimaksud obat calsium antagonis
18. Beri contoh obat calsium antagonis
19. Bagaimana cara kerja obat calsium antagonis
20. Apa yang dimaksud dengan digitalis
21. Beri contoh obat digitalis
22. Bagaimana cara kerja obat digitalis
23. Sebutkan macam obat hipertensi
24. Apa yang dimaksud dengan diuretic
25. Bagaimana cara kerja obat diuretik
26. Beri contoh obat diuretik
27. Apa yang dimaksud diuretik kuat, beri contoh
28. Apa yang dimaksud diuretik hemat kalium, beri contoh
29. Sebutkan efek samping dari diuretik kuat
30. Apa yang perlu dikaji pada pemberian diuretik
31. Apa tanda hipokalemi
32. Apa beda reseptor nikotinik dan muskarinik
33. Sebutkan indikasi dan kontraindikasi pemakaian atropin
34. Sebutkan efek samping pemakaian atropin
35. Sebutkan contoh reseptor muskarinik dan nikotinik dan kolinergik
36. Sebutkan kontraindikasi obat kolinergik
37. Sebutkan contoh obat antimuskarinik
38. Beri contoh obat penghambat saraf adrenergik
39. Sebutkan indikasi pemakaian obat betablocker
40. Beri contoh obat adrenergik
41. Beri contoh obat golongan barbiturat
42. Sebutkan zat yang dapat menghambat kerja obat barbiturat
43. Bagaimana urutan efek dari alkohol
44. Sebutkan contoh sedatif yang bersifat teratogenik
45. Sebutkan efek utama obat benzodizepin
46. Sebutkan gejala putus obat benzodiazepin
47. Apa yang dimaksud obat psikotropik
48. Sebutkan ciri khas obat antipsikotik
49. Sebutkan beda antara minor dan major tranqulaiser
50. Apa yang dimaksud obat antidrepresan dan beri contohnya

KISI KISI SOAL BIOLOGI REPRODUKSI D3 KEBIDANAN 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

KISI-KISI SOAL BIOLOGI REPRODUKSI D3 KEBIDANAN 2010

1. Sebutkan faktor yang mempengaruhi janin
2. Sebutkan faktor yang mempengaruhi bayi
3. Sebutkan faktor yang dapat menyebabkan mutasi gen
4. Sebutkan obat yang dapat menyebabkan mutasi gen
5. Apa yang dimaksud rekayasa genetik
6. Apa beda antara rekayasa genetik dan DNA rekombinan
7. Bagaimana teknik DNA rekombinan
8. Apa beda antara konjugasi, transduksi dan transformasi
9. Apa beda fungsi enzim retriksi dan enzim DNA ligase
10. Apa yang dimaksud dengan plasmid bakteri, dan apa gunanya
11. Jika Ayah normal heterozigot menikah dengan Ibu albino bagaimana kemungkinan anaknya
12. Ibu golongan darah O menikah dengan ayah golongan darah AB, bagimana kemungkinan anaknya
13. Ibu penderita diabet menikah dengan ayah pembawa sifat diabet. Bagaimana kemungkinan anaknya?
14. Ibu normal carier menikah dengan ayah butawarna, bagaimana kemungkinan anaknya?
15. Ibu thalasemia ringan menikah dengan ayah normal, bagaimana kemungkinan anaknya?
16. Ayah hemofili menikah dengan ibu normal pembawa sifat, bagaimana kemungkinan anaknya?
17. Ibu Indonesia mata coklat (Bb ii) menikah dengan ayah Belanda mata biru (BB Ii), bagaimana kemungkinan anaknya?
18. Ibu rhesus negatif menikah dengan ayah resus positif homozigot. bagaimana kemungkinan anaknya?
19. Apa beda hukum Mendel satu dan Mendel dua
20. Sebutkan contoh penyakit genetik autosomal resesif
21. Sebutkan contoh penyakit genetik autosomal dominant
22. Sebutkan contoh penyakit genetik autosomal semidominan
23. Sebutkan contoh penyakit genetik sexlink X
24. Sebutkan contoh penyakit genetik sexlink Y
25. Sebutkan contoh penyakit genetik epistaksis
26. Sebutkan contoh penyakit genetik alel ganda
27. Sebutkan contoh penyakit genetik polimeri
28. Apa yang dimaksud dengan gen
29. Apa beda antara kromosom dan kromatin
30. Apa beda alel dan homolog
31. Apa yang dimaksud dengan ploid
32. Mengapa manusia termasuk diploid
33. Apa beda antara fenotif dan genotif
34. Apa beda fungsi gen replikasi, transkripsi dan translasi
35. Apa beda alel homozigot dan heterozigot
36. Apa beda fungsi ARNm, ARN t dan ARN r
37. Apa beda antara kodon, kodogen dan antikodon
38. Apa beda mitosis dan meiosis
39. Sebutkan macam fase pembelahan dan apa cirinya
40. Sebutkan cara penentuan jenis kelamin manusia secara genotif
41. Apa beda antara drumstick dan Barr body
42. Dimana letak uretra pada penis
43. Apa yang dipotong pada MOP
44. Apa bahaya dari smegma, dan dimana letaknya
45. Apa yang dimaksud dengan spermatogenesis, dan hormon apa yang merangsangnya
46. Bagaimana urutan terbentuknya sperma pada spermatogenesis
47. Sebutkan nama enzim yang dipergunakan sperma untuk menembus ovum
48. Bagaimana kriteria pria dikatakan afertil dilihat dari spermanya
49. Apa beda antara ereksi, emisi dan ejakulasi
50. Sebutkan sel yang berfungsi memberi nutrisi pada spermatogenesis

Friday, April 23, 2010

MASALAH KESEHATAN PENYAKIT MENULAR

Dr. Suparyanto, M.Kes

MASALAH PENYAKIT MENULAR

Apa Itu Masalah?
  • Masalah: sesuatu yang perlu dipecahkan mengingat adanya kesenjangan antara tujuan yang diharapkan dengan kenyataan
Masalah adalah kesenjangan antara:
  • Harapan dan Kenyataan
  • Tujuan dan Hasil/Capaian
  • Kebutuhan dan Ketersediaan
  • Target dan Cakupan

Narasi Masalah
  • Penulisan masalah minimal menjawab pertanyaan: What?; Where?; When?; lebih lengkap jika ada How much?
Contoh:
  • Rendahnya cakupan Imunisasi Campak di wilayah kerja Puskesmas Jombang pada tahun 2007 dimana terdapat kesenjangan cakupan -30% dari target yang seharusnya 90%
  • Meningkatnya kasus Avian Influensa di Indonesia pada tahun 2007 yaitu 40 kasus dibanding tahun 2006
  • Kurang lengkapnya sarana pemeriksaan laboratorium di Puskesmas Jombang pada tahun 2006
  • Menurunnya kinerja perawat di Rumah Sakit Jombang pada tahun 2005

Apa Itu Sistem?
  • Sistem adalah suatu tatanan yang terdiri dari berbagai komponen/subsistem dimana antara komponen satu dengan lainnya saling berhubungan dan mempengaruhi
Komponen sistem dikelompokan:
  • Input
  • Proses
  • Output
  • Lingkungan

Gambar Sistem




Komponen Input
  • Man: pasien, direktur, pegawai, pejabat
  • Money: anggaran, retribusi, tarif
  • Material: spuit, bed, bangunan, obat
  • Machine: ambulance, EKG, USG, X-ray
  • Methode: protap, peraturan, SK
  • Market: masyarakat, siswa, anggota organisasi

Komponen Proses
  • Proses adalah upaya mengubah input menjadi output
Contoh: Manajemen Kesehatan:
  • P1: Perencanaan
  • Rencana Usulan kegiatan
  • Rencana pelaksanaan Kegiatan
  • P2: Pelaksanaan dan Pengendalian
  • Pengorganisasian
  • Penyelenggaraan
  • Pemantauan
  • P3: Pengawasan dan Pertanggungjawaban
  • Pengawasan internal dan eksternal
  • Pertanggungjawaban

Komponen Output
  • AKB: angka kematian bayi
  • AKI: angka kematian ibu
  • Prevalensi penyakit
  • Morbiditas
  • Mortalitas
  • Umur Harapan Hidup

Letak Masalah
  • Masalah letaknya ada di output:
Contoh:
  • Meningkatnya AKI di Kabupaten Jombang pada tahun 2007
  • Meningkatnya AKB di Kabupaten Jombang pada tahun 2007
  • Menurunya jumlah akseptor KB di Puskesmas Jombang pada tahun 2005
  • Menurunya cakupan imunisasi Polio di Desa Jombang pada tahun 2004

Letak Penyebab Masalah
  • Penyebab masalah letaknya ada di: Input atau Proses
Contoh:
  • Rendahnya anggaran pemberantasan penyakit DBD di Puskesmas Jombang tahun 2007
  • Kurangnya tenaga perawat di Rumah Sakit Jombang pada tahun 2002
  • Tidak ada perencanaan pelaksanaan Posyandu di desa Jombang pada tahun 2006

Penyelesaian Masalah
1. Menetapkan prioritas masalah
2. Mengidentifikasi penyebab masalah
3. Merencanakan Tindak lanjut

Gambar Penyakit Menular



Penyakit Menular
  • Penyakit menular adalah penyakit yang agent-nya dapat berpindah dari satu Host ke Host yang lain
  • Agentnya pada umumnya adalah biologis, seperti virus, bakteri, plasmodium
  • Untuk dapat menular harus ada: port of exit, transmisi dan port of entry

  • Contoh port of exit: saluaran nafas, saluran cerna, kulit, kelamin
  • Contoh port of entry: saluaran nafas, saluran cerna, kulit, kelamin
  • Contoh transmisi: udara, air, tanah, vektor (organisme lain)

Cara Mencegah Penyakit Menular
1. Menutup pintu keluar
2. Menutup pintu masuk
3. Memutus transmisi

Contoh Penyelidikan Epidemiologi (PE) Penyakit DB
  • Pastikan Dx penderita tersangka DBD
  • Pastikan terjadi KLB atau bukan
  • Rujuk penderita ke RS
  • Periksa 20 rumah disekitar penderita DBD
  • Cari anak yang demam serta adanya jentik di tempat penampungan air
  • PE positif jika ditemukan 3 anak demam dan 3 rumah mengandung jentik nyamuk
  • PE negatif jika kurang dari 3

Analisa PE DB
  • PE positif → artinya terdapat sumber penyakit di sekitar penderita (ada nyamuk Aedes aegypty yg mengandung virus Dengue)
  • Perlu pemberantasan nyamuk dewasa dengan fogging selama 2x selang 1 minggu
  • Sebelum fogging perlu dilakukan PSN-3M → satu hari sebelumnya

  • PE negatif → tidak ditemukan adanya sumber penyakit disekitar penderita
  • Tidak perlu dilakukan fogging
  • Cukup dilakukan PSN-3M

MASALAH KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

Dr. Suparyanto, M.Kes

MASALAH PENYAKIT TIDAK MENULAR

Apa Itu Penyakit?
  • Penyakit adalah kegagalan organisme untuk beradaptasi atau mempertahankan homeostasis
  • Penyakit merupakan proses fisiologik yang mengalami penyimpangan
  • Penyimpangan fisiologik dapat disebabkan oleh banyak faktor: agent, hipersensitivitas (alergi), genetik

Benih Penyakit
  • Agent: bakteri, virus, protozoa, jamur
  • Mekanisme adaptif tubuh sendiri:
  • Lekosit: fungsi fagositosis untuk agent, juga untuk cidera jaringan
  • Imunitas penting untuk pertahanan, juga dapat menyebabkan alergi (hipersensitivitas)
  • Proliferasi sel penting untuk penyembuhan sel, juga menyebabkan penyakit kanker

Perkembangan Penyakit
  • Etiologi: studi mengenai penyebab atau alasan suatu fenomena (penyakit)
  • Etiologi → konsep yang komplek karena sebagian besar penyakit causanya multifaktorial dan akibat interaksi faktor instrinsik/genetik dan lingkungan
  • Tanpa mengetahui etiologi , pencegahan, pengobatan menjadi sulit

Klasifikasi Penyakit
  • Penyakit Herediter: disebabkan kelainan kromosom atau gen dalam herediter
  • Penyakit Kongenital: terjadi sejak lahir, baik diketahui penyebabnya atau tidak
  • Penyakit Toksik: disebabkan ingesti racun
  • Penyakit Infeksi: disebabkan masuknya agent biologis kedalam tubuh
  • Penyakit Traumatik: disebabkan cedera fisik

  • Penyakit Degeneratif: disebabkan degenerasi berbagai bagian tubuh → osteoporosis, arteriosklerosis
  • Penyakit Imunologik: disebabkan hipersensitivitas, autoimune, imunodefisiensi
  • Penyakit Neoplastik: disebabkan pertumbuhan sel abnormal → tumor atau kanker

  • Penyakit Gizi: disebabkan defisiensi protein, kalori, vitamin, mineral
  • Penyakit Metabolik: disebabkan gangguan proses metabolik/ hormonal
  • Penyakit Molekuler: disebabkan kelainan molekul tunggal yang menyebabkan abnormalitas → anemia bulan sabit, akibat kesalahan urutan asam amino dalam Hb –nya

  • Penyakit Psikogenik: disebabkan gangguan mental → Neurosa, skizofrenia
  • Penyakit Iatrogenik: disebabkan tidak sengaja akibat pengobatan tenaga kesehatan → efek diuretik tiazid → hipokalemia → aritmia
  • Penyakit Idiopatik: penyakit yang penyebabnya tidak diketahui

Tahap Riwayat Alamiah Penyakit
1. Tahap Prepatogenesis
2. Tahap Patogenesis
3. Tahap Pasca Patogenesis
a) Sembuh
b) Kronik/ Karier
c) Cacat
d) Mati

Tahap Prepatogenesis
  • Kondisi Host masih normal/sehat
  • Sudah ada interaksi antara Host dan Agent, tetapi Agent masih diluar Host
  • Jika interaksi Host, Agent dan Environment berubah → Host jadi lebih rentan atau Agent jadi lebih virulen → Agent masuk ke Host (memasuki tahap patogenesis)

Tahap Patogenesis
  • Tahap Inkubasi → tahap mulai masuknya Agent kedalam Host, sampai timbul gejala sakit
  • Tahap penyakit dini → tahap mulainya timbul gejala penyakit dalam keadaan awal (ringan)
  • Tahap penyakit lanjut → tahap penyakit telah berkembang pesat dan menimbulkan kelainan patologis dan gejalanya

Tahap Postpatogenesis
  • Tahap penyakit akhir → tahap berakhirnya perjalanan penyakit, dapat dalam bentuk;
  • Sembuh sempurna → Agent hilang, Host pulih dan sehat kembali
  • Sembuh dengan cacat → Agent hilang, penyakit tidak ada → Host tidak pulih sempurna (ada bekas gangguan/cacat)
  • Karier → Agent masih ada, Host pulih → gangguan Agent masih ada (minimal)

Gambar Riwayat Alamiah Penyakit



Pencegahan Penyakit



Primordial Prevention (Pencegahan Tingkat Awal)
  • Menghindari obesitas
  • Menghindari rokok
  • Perilaku hidup bersih dan sehat
  • Mengindari bahan pengawet, pewarna
  • Makan bergizi seimbang
  • Istirahat cukup
  • Olah raga teratur

Primary Prevention (Pencegahan Tingkat Pertama)
  • Pendidikan kesehatan
  • Imunisasi
  • PSN-3M
  • Konsul genetika
  • Sterilisasi alat
  • Memakai sarung tangan
  • Memaki masker

Secondary Prevention (Pencegahan Tingkat Kedua)
  • Diagnosis awal
  • Pengobatan cepat dan tepat
  • Kemo-profilaksis
  • Screening (pencarian penderita dengan gejala umum)

Tertiary Prevention (Pencegahan Tingkat Ketiga)
  • Mencegah penyakit agar tidak bertambah parah
  • Mencegah: kematian, kecacatan
  • Rehabilitasi: fisik, mental, sosial

Penyakit Tidak Menular
  • Penyakit tidak menular adalah penyakit yang agent-nya tidak dapat pindah dari Host satu ke Host lain
  • Tentukan etiologinya
  • Pencegahan lebih baik
  • Pengenalan gejala/tanda awal penyakit
  • Diagnosa cepat dan pengobatan tepat

Contoh Penyakit Tidak Menular
  • Osteoporosis
  • Ca cerviks
  • Diabetes mellitus
  • Penyakit Jantung Koroner

Sunday, April 18, 2010

JAMINAN MUTU DAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Dr. Suparyanto, M.Kes

JAMINAN MUTU DAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Latar Belakang
  • UU Kesehatan no: 23 th 1992: menekankan pentingnya upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan
  • Tujuan Pembangunan Kesehatan: mewujudkan Indonesia Sehat 2010, agar masyarakat mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata

Apa Itu Mutu?
  • Kesesuaian dengan standart (Philip B. Crosby)
  • Pemecahan masalah untuk mencapai kesempurnaan secara terus menerus (W. Edward Deming)
  • Kesesuaian dengan harapan pelanggan (Joseph M. Juran)
  • Kepuasan pelanggan (K. Ishikawa)

Mutu Pelayanan Kesehatan
  • Tingkat kesempurnaan yankes yang memuaskan pelanggan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata pelanggan, serta diberikan sesuai standart dan etika profesi.
  • Puskesmas Idaman merupakan upaya untuk memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat.

Cara Mengetahui Kepuasan Pelanggan
  • Kotak saran
  • Survey kepuasan pelaggan

Apa itu Standart Pelayanan Kesehatan
  • Standart adalah tingkat pencapaian ideal yang diinginkan
Macam: standart input, standart proses dan standart output
  • Input: 6M
  • Proses: prosedure tetap
  • Output: hasil

Apa Itu Etika Profesi
  • Standart dari tindakan yang benar secara moral yang harus dilakukan, terdiri:
  1. Menghindari masyarakat dari bahaya atau ancaman kesehatan
  2. Menolong masyarakat
  3. Menghormati hak masyarakat
  4. Pemerataan dan keadilan
  5. Pemanfaatan

Pengertian Kode Etik
  • Norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap profesi didalam melaksanakan tugas profesinya dan didalam hidupnya dimasyarakat
  • Kode etik dibuat oleh organisasi profesi, dan dilaksanakan oleh anggota profesi
  • Jika melanggar, ada sanksi dari organisasi profesi dan masyarakat

Pengertian Moral
  • Nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya
  • Mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam suatu kurun waktu tertentu sesuai perkembangan atau perubahan norma atau nilai

Prinsip Jaminan Mutu
  1. Bekerja dalam tim
  2. Fokus pada perubahan proses
  3. Orientasi kinerja pada pelanggan
  4. Pengambilan keputusan berdasarkan data
  5. Adanya komitmen pimpinan dan keterlibatan bawahan dalam perbaikan proses pelayanan

Bentuk Jaminan Mutu
  1. Prospektif: dilaksanakan sebelum yankes dilakukan: standarisasi, perizinan, sertifikasi, akreditasi
  2. Konkuren: dilaksanakan bersamaan dengan yankes dilakukan: penilaian teman sejawat terhadap kepatuhan protap
  3. Retrospektif: dilakukan setelah yankes diselenggarakan: telaah rekam medik, survei pelanggan

Apa Itu Manajemen Kesehatan
  • Rangkaian/proses kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran kesehatan yang efektif dan efisien
  • Manajemen Kesehatan meliputi: 3 Fungsi Manajemen yaitu:

  1. Perencanaan (P1)
  2. Pelaksanaan dan pengendalian (P2)
  3. Pengawasan dan Pertanggung Jawaban (P3)

Perencanaan (P1)
  • Rencana usulan kegiatan
  1. Upaya Kesehatan Puskesmas Wajib
  2. Upaya Kesehatan Puskesmas Pengembangan

  • Rencana pelaksanaan kegiatan
  1. Upaya Kesehatan Puskesmas Wajib
  2. Upaya Kesehatan Puskesmas Pengembangan

Pelaksanaan dan Pengendalian (P2)
1. Pengorganisasian
  • Penentuan penanggung jawab dan pelaksana kegiatan persatuan wilayah kerja
  • Membagi habis pekerjaan
  • Penggalangan kerjasama tim dg lintas sektoral

2. Penyelenggaraan: memperhatikan :
  • Azas penyelenggaraan puskesmas
  • Standar dan Pedoman pelayanan
  • Menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya

3. Pemantauan
  • kinerja (cakupan, mutu, biaya)
  • masalah dan hambatan
  • menggunakan data dari SIMPUS

4. Penilaian – sumber data utama SIMPUS
  • Pengawasan dan Pertanggungjawaban (P3)
Pengawasan
  • Internal: oleh atasan langsung
  • Eksternal: masyarakat, Dinas kesehatan, Lintas sektoral

Pertanggungjawaban
  • laporan berkala ke Dinkes, masyarakat (Badan Penyantun)
  • laporan pertanggung jawaban masa jabatan

KISI KISI SOAL KOMUNITAS 2010

Dr. Suparyanto, M.Kes

1. Apa yang dimaksud dengan masalah ?
2. Apa yang dimaksud dengan sitem?
3. Sebutkan komponen sistem?
4. Beri contoh komponen input dan output?
5. Dimana letak masalah?
6. Dimana letak penyebab masalah dalam sistem?
7. Bagaimana cara menyelesaikan masalah?
8. Beri contoh komponen input?
9. Beri contoh komponen proses?
10. Beri contoh komponen output?
11. Apa saja yang dipengaruhi oleh lingkungan?
12. Apa yang dimaksud dengan budaya?
13. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk gagasan?
14. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk artefak?
15. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk aktivitas
16. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk material?
17. Sebutkan contoh wujud budaya dalam bentuk non material?
18. Apa yang dimaksud dengan akulturasi?
19. Apa yang dimaksud dengan asimilasi?
20. Apa yang dimaksud dengan sintesis?
21. Sebutkan komponen budaya?
22. Bagaimana cara mengetahui kepuasan pelanggan?
23. Apa yang dimaksud dengan standart?
24. Apa yang dimaksud dengan etika profesi?
25. Siapa yang membuat kode etik?
26. Apa yang dimaksud dengan mutu?
27. Apa yang dimaksud dengan jaminan mutu prospektif?
28. Apa yang dimaksud dengan jaminan mutu konkuren?
29. Apa yang dimaksud dengan jaminan mutu retrospektif
30. Apa saja prinsip jaminan mutu?

KISI KISI SOAL BIOSTATISTIK

Dr. Suparyanto, M.Kes
1. Apa yang dimaksud mean?
2. Apa yang dimaksud median?
3. Apa yang dimaksud modus?
4. Beri contoh tendensi sentral?
5. Tuliskan rumus median untuk data kelompok?
6. Tuliskan rumus modud untuk data kelompok?
7. Apa yang dimaksud nilai b dalam rumus modus?
8. Apa yang dimaksud nilai p dalam rumus median?
9. Apa yang dimaksud nilai F dalam rumus median?
10. Apa yang dimaksud f1 dalam rumus modus?
11. Apa yang dimaksud dengan statistika?
12. Apa yang beda statistik deskriptif dan analitik?
13. Apa beda pola pikir deduktif dan induktif?
14. Apa yang dimasud data dan agregat?
15. Apa beda raw data dan array data?
16. Apa beda group data dan ungroup data?
17. Apa beda data kualitatif dan kuantitatif?
18. Apa beda data primer dan skunder?
19. Apa yang dimaksud data dengan skala nominal?
20. Apa yang dimaksud data dengan skala ordinal?
21. Apa yang dimaksud data dengan skala interval?
22. Apa yang dimaksud data dengan skala rasio?
23. Apa beda data finit dan infinit?
24. Apa yang dimaksud simple random sampling, beri contoh?
25. Apa yang dimaksud cluster random sampling?
26. Sebutkan langkah pengolahan data?
27. Apa yang dimaksud dengan editing?
28. Apa yang dimaksud dengan coding?
29. Sebutkan cara menyajikan data?
30. Bagaimana cara menghitung persentase dalam tabel cross tabulasi raw?
31. Bagaimana cara menghitung persentase dalam tabel cross tabulasi colum?
32. Bagaimana cara menghitung persentase dalam tabel cross tabulasi total?
33. Apa yang dimaksud histogram?
34. Apa arti tabel 5.3?
35. Apa yang dimaksud variabel?
36. Apa beda variabel dan atribut?
37. Apa beda variabel bebas dan tergantung?
38. Apa yang dimaksud variabel prakondisi?
39. Apa yang dimaksud variabel perantara?
40. Apa yang dimaksud definisi operasional?

Thursday, April 15, 2010

FISIOLOGI METABOLISME

Dr. Suparyanto, M.Kes

Apa Itu Metabolisme
  • Metabolisme adalah suatu proses komplek perubahan makanan menjadi energi dan panas melalui proses fisika dan kimia, berupa proses pembentukan dan penguraian zat didalam tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya.

Macam Metabolisme
Metabolisme dibedakan 2 macam :
  • Katabolisme : proses penguraian makanan menjadi energi, yang terjadi pada proses respirasi sel.
  • Anabolisme : proses pembentukan (sintesa) zat organik komplek yang berasal dari zat yang lebih sederhana

Contoh Metabolisme
Contoh Katabolisme :
  • Glikogenolisis : proses pemecahan glikogen menjadi glukose
  • Glikolisis : proses pemecahan glukose menjadi asam piruvat

Contoh Anabolisme :
  • Glikogenesis : proses pembentukan glikogen dari glukose
  • Glikoneogenesis : proses pembentukan glukose dari prtein atau lemak

Alur Metabolisme



Hasil Metabolisme
  • Hasil metabolisme berupa energi dan panas → energi tersebut belum dapat digunakan langsung oleh sel → berikatan adenin, fosfat dan ribose → ATP (Adenosin Tri Fosfat).
  • ATP tersebut merupakan simpanan energi → siap digunakan oleh sel untuk : transport membran, sintesis senyawa kimia, kerja mekanik.
  • Jika sel memerlukan energi, maka energi diambil dari ATP dengan cara melepas satu gugus fosfat menjadi ADP (Adenosin Di Phosfat) dengan melepas 8.000 kalori.

Penggunaan ATP
  • ATP → ADP + PO4 + 8.000 kalori
  • ADP → AMP + PO4 + 8.000 kalori
  • AMP sudah tidak dapat mengeluarkan energi lagi → harus diisi lagi dengan energi baru yang berasal dari metabolisme makanan → menjadi ATP.
  • Metabolisme → proses merubah makanan → ATP

  • Kreatin + ATP → Fosforil kreatin + ADP
  • Kreatin di otot dalam keadaan istirahat mampu mengikat ATP menjadi Fosforil kreatin (simpanan energi)
  • Jika otot perlu energi untuk gerak maka fosforil kreatin dipecah →Kreatin + ATP.
  • ATP inilah yang digunakan untuk gerak

Fase Metabolisme Karbohidrat
  • Glikolisis → proses merubah glukose → asetil Co-A
  • Siklus Kreb → proses merubah asetil Co-A → H
  • Fosforilasi Oksidatif → proses mereaksikan H + O → H2O + ATP

Glikolisis
  • Glikolisis: glukose → asam piruvat/ asetil co-A
  • R/ Glukose + 2 ADP + 2 PO4 → 2 Asam Piruvat + 2 ATP + 4 H
Hasil akhir glikolisis:
  • Asam piruvat / Acetil co-A
  • 2 ATP

Siklus Asam Sitrat
  • Siklus Kreb: asetil co-A → H
  • R/ 2 Asetil Ko-A + 6 H2O + 2 ADP → 4 CO2 + 16 H + 2 Ko-A + 2 ATP
  • Hasil utama: H (hidrogen) dan 2ATP

Fosforilasi Oksidatif
  • Rantai Respirasi → transfer H dari satu karier ke karier lainya dengan enzim dehidrogenase
  • H + O2 → H2O + ATP
  • R/ 2 H + ½ O2 + 2e + ADP → H2O + ATP
  • ATP hasil fosforilasi oksidatif = 34 ATP

Metabolisme Lemak
Ada 3 fase:
  • β oksidasi → proses merubah asam lemak → asetil Co-A
  • Siklus Kreb → proses merubah asetil Co-A →H
  • Fosforilasi Oksidatif → proses mereaksikan H + O → H2O + ATP

Metabolisme Protein
Ada 3 tahap
  • Deaminasi → proses merubah asam amino → asetil Co-A
  • Siklus Kreb → proses merubah asetil Co-A → H
  • Fosforilasi Oksidatif →proses mereaksikan H + O → H2O + ATP

Keseimbangan Energi
  • Energi didalam tubuh kita dikatakan seimbang, jika jumlah energi yang masuk melalui makanan sama besar dengan jumlah energi yang dikeluarkan untuk kelangsungan hidup

Basal Metabolisme Rate (BMR)
  • Basal Metabolisme Rate ( BMR ) : adalah keadaan metabolisme tubuh dalam keadaan istirahat fisik maupun mental
  • Jadi dalam keadaan BMR, diperlukan jumlah tenaga minimal untuk kelangsungan hidup yang terpenting : gerak nafas, suhu tubuh, sirkulasi darah.

  • BMR rata rata: 2.000 kalori / hari,
  • Kebutuhan energi manusia > 2.000 kalori / hari yang dipergunakan untuk: BMR, kegiatan fisik dan SDA
  • SDA( Specifik Dinamic Action ) yaitu energi yang dibutuhkan untuk metabolisme makanan
  • Laju metabolik → jumlah tenaga yang dibebaskan per satuan waktu

Cara Pengukuran BMR
  • Tidak makan minimal 12 jam
  • Tidur nyenyak semalam
  • Tanpa gerak badan setelah tidur
  • Menghilangkan faktor psikis dan fisik yang merangsang metabolisme
  • Suhu harus nyaman ( 25 – 300 C )

Faktor BMR
  1. Gerak badan
  2. Makan / minum
  3. Suhu lingkungan
  4. Tinggi badan, Berat badan
  5. Jenis kelamin
  6. Suhu tubuh
  7. Kehamilan, menstruasi
  8. Hormon tiroid
  9. Hormon epineprin dan nonepineprin

Cara Menghitung Kebutuhan Energi
  • Untuk menghitung kebutuhan energi seseorang, maka harus diketahui BMR nya dan kegiatan fisiknya, dan untuk memperkirakan jumlah energi yang diperlukan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

Rumus BMR



Energi Aktivitas Fisik



Suhu Tubuh
  • Suhu tubuh normal rata rata per oral = 37oC (36,40C - 37,2OC).
Kehilangan panas tubuh melalui cara:
  • Radiasi : 60 %
  • Konduksi ke tempat lain : 3 %
  • Konveksi ke udara: 15 %
  • Evaporasi: 22 %

Perpindahan Panas
  • Konduksi → perpindahan kalor melalui suatu medium, tanpa disertai perpindahan partikel medium tersebut
  • Misal: perpindahan panas tubuh ke kursi
  • Konveksi: perpindahan kalor melalui suatu medium, yang disertai perpindahan partikel medium tersebut
  • Misal: perpindahan panas tubuh ke udara
  • Radiasi → perpindahan panas tanpa melalui medium, dalam bentuk gelombang elektromagnetik
  • Misal: sinar, sinar gama, sinar X, sinar infra merah
  • Evaporasi → perpindahan panas melalui penguapan
  • Misal: penguapan keringat memerlukan kalori

Keseimbangan Panas
  • Panas secara terus menerus dihasilkan oleh tubuh sebagai hasil sampingan metabolisme, dan panas juga dibuang ke lingkungan sekitar.
  • Bila kecepatan pembentukan panas tepat sama dengan kehilangan panas maka tubuh dalam keadaan keseimbangan panas.
  • Tetapi bila keduanya diluar keseimbangan, maka suhu tubuh akan meningkat atau menurun.
  • Jika suhu tubuh > suhu lingkungan → panas akan hilang dengan cara radiasi dan konduksi
  • Jika suhu tubuh < suhu lingkungan → tubuh dapat panas dari radiasi dan konduksi lingkungan → membuang panas dengan Evaporasi.

Pengaturan Suhu Tubuh
  • Pusat pengatur suhu tubuh →Termostat Hipotalamus
  • Reseptor suhu tubuh :
  • Neuron di area Preoptika Hipotalamus
  • Reseptor suhu kulit
  • Reseptor suhu didalam Medulla spinalis, Abdomen.

Mekanisme Pembuangan Panas
  • Perangsangan kelenjar keringat → pembuangan panas secara penguapan.
  • Menghambat pusat simpatis di Hipotalamus posterior, sehingga menghilangkan tonus vasokonstriksi normal pada pembuluh kulit →terjadi vasodilatasi dan kehilangan banyak panas dari tubuh

Mekanisme Pembentukan Panas
  • Vasokonstriksi pada kulit → mencegah konduksi panas dari dalam tubuh ke kulit.
  • Piloereksi “rambut berdiri“ → membentuk isolator pada kulit, efek ini tidak begitu penting pada manusia.
  • Peniadaan keringat → penguapan terhenti.

Peningkatan pembentukan panas :
  • Menggigil (Pusat motorik efek menggigil terletak pada bagian Dorsomedial Hipotalamus Posterior)
  • Peningkatan rangsangan simpatis pembentukan panas → Hormon epinefrin dan norepinefrin meningkatkan metabolisme.
  • Peningkatan pengeluaran Hormon Tiroksin → meningkatkan metabolisme.

Fisiologi Demam
  • Demam → adalah suhu tubuh diatas batas normal biasa, yang disebabkan oleh zat toksik (Pirogen), penyakit bakteri, tumor otak, atau dehidrasi yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu (termostat hipotalamus).
  • Pirogen tsb merangsang termostat hipotalamus, untuk di set pada suhu yang lebih tinggi

  • Karena suhu tubuh lebih rendah dari pada setelan ( set ) termostat hipotalamus → maka terjadi peningkatan suhu tubuh dan terjadilah demam (diatas normal) sampai mencapai suhu kritis (38,6OC)
  • Pada suhu kritis tsb (38,6OC) → maka tubuh berusaha men-set termostat hipotalamus pada suhu normal (37OC) → maka terjadi vasodilatasi, dan berkeringat.
  • Perubahan peristiwa yang mendadak pada demam dari suhu kritis menuju normal disebut Kritis atau FLUSH

  • Bila suhu tubuh meningkat sampai melebihi 40,5OC → terjadi sengatan panas (HEAD STROKE) dengan gejala : dizziness, distress abdomen, delirium, kehilangan kesadaran.
  • Obat anti Piretik (Aspirin) → mempunyai kasiat menurunkan panas, dengan jalan menurunkan penyetelan termostat hipotalamus (kebalikan efek Pirogen).